Hai, aku Putri, ingin membagi
bagaimana kisah cintaku yang indah ini. Waktu itu aku masih duduk di
Sekolah Menengah Atas (SMA), dulu aku berbeda sekolah dengan Anto,
kekasihku saat ini. Justru kita dipertemukan saat aku dan dia ingin
mengadakan sebuah acara musik. Dari situlah kita mulai kenal, saat itu
aku masih memiliki kekasih sama seperti dia yang telah memiliki kekasih.
Yah, aku memang tidak tertarik sama sekali dengannya jadi tidak ada
komunikasi yang berarti dengannya, hanya sebatas membahas acara yang
akan kita selenggarakan. Setelah acara selesai, kami pun masih belum
menunjukkan ketertarikan. Hingga akhirnya masa SMA telah berakhir dan
aku pun masuk ke kampus swasta yang ada di Jakarta. Dan nyatanya, dia
pun satu kampus denganku.
Awalnya aku memang tidak ingat dengannya, karena awal aku kenal memang
tidak terlalu perhatian sama dia, hingga akhirnya teman wanitaku
mengingatkanku tentang dia. "Eh itu kan Anto yang waktu itu bikin acara
sama kita," ungkapnya.
Dari situlah aku mulai berteman baik dengan pria yang kini menjadi
kekasihku. Yah waktu berteman kita saling curhat karena waktu itu aku
masih punya pacar dan dia sudah putus dengan pacarnya. Waktu itu, dia
adalah pria yang bisa dibilang punya banyak sekali pacar, dan aku sempat
berpikir, semoga dia bukan jodohku dan jangan sampai aku berpacaran
dengannya, yah karena wanita kan nggak mau tersakiti.
Bisa dibilang Anto adalah teman curhat pria terbaikku kala itu.
Berjalannya waktu, aku pun putus dengan kekasihku. Anto pun mulai
mendekatiku dengan meminta izin mendekatiku, tapi aku tidak
memperbolehkannya, karena yah dia kan banyak teman dekat wanitanya. Jadi
aku nggak mau deh tersakiti dan nggak mau kehilangan teman baikku.
Namun, dia bersikeras untuk mendekatiku hingga akhirnya aku luluh. Biasa
deh, wanita kalau ada pria yang perhatian, apalagi saat itu aku baru
putus, jadi yah mudah luluh deh. Kita pun akhirnya pacaran, namun tak
semulus yang dibayangkan, karena ternyata pacaran dengan teman sendiri
lebih canggung. Dan pikiranku pun benar bahwa dia masih dekat dengan
wanita-wanita yang dulu ia dekati.
Hmmm, hatiku langsung hancur mengetahui semuanya. Akhirnya kita putus
nggak lama dari kita jadian, yah paling cuma pacaran dua bulan. Dari
situ benar saja, pertemanan kita tak seindah dulu jadi banyak jarak di
antara kita. Ada nggak sih yang pernah ngerasa canggung sama teman
sendiri? Nah perasaanku kurang lebih seperti itu.
Enam bulan putus darinya aku dan dia pun belum punya pacar, dari situlah
hubungan kita kembali membaik. Ia pun meninggalkan wanita-wanita yang
pernah didekatinya dan berjanji hatinya hanya untukku, yah gombal pasti
ini yah.
Tapi entah mengapa aku sangat percaya dengannya, hingga kini aku pacaran
dengannya sudah tiga tahun. Tiga tahun itu kita sama sekali tidak
pernah berantem, yah seperti sama teman sendiri, hanya statusnya saja
yang berbeda bahwa dia adalah priaku.
Walau aku sering marah dia selalu mengalah, tidak ada lagi kata canggung
dengannya seperti dulu, kini kami menjalani hubungan tanpa beban dan
sangat indah, dan kita memutuskan untuk menikah. Ternyata, jodoh tuh ada
di dekat kita, sudah jauh mencari ternyata jodoh di depan mata.
vemale.com
