Bertemu dengan kalian adalah salah
satu dari rencana Tuhan. Dihadapkan dengan berbagai karakter
masing-masing membuat perbedaan ini menjadi lebih berwarna. Ada yang
memiliki sifat lebih pendiam, cerewet, ngayomi, bijak, atau hal-hal lain
yang mereka miliki, namun perbedaan itulah saling bisa menutupi
kekurangan satu sama lain. Hai kawan-kawan, surat ini aku tuliskan untuk
kalian. Entah inspirasi apa yang ada di otakku, aku ingin meluapkannya
lewat tulisan ini.
Kalian sangat berarti, kalian adalah penyemangat sekaligus bersama- sama berjuang untuk meraih mimpi.
Pertemuan awal adalah saat di tahun 2013. Saat kita sama-sama saling
mengenal satu sama lain, ospek jurusan adalah salah satu cara untuk
menyatukan kita agar bisa menjadi lebih kompak. Disini kita diajarkan
untuk menjadi lebih dewasa, bahkan kita sudah dikategorikan sebagai
mahasiswa bukan siswa-siswi lagi. meskipun banyak sekali yang tidak
suka, namun momen ospek jurusan memberikan pelajaran bagi kita untuk
membentuk karakter dari masing-masing mahasiswa.
Saat kita diberi banyak ujian dari kakak tingkat disini, namun
sebenarnya ujian-ujian itu yang membuat kita semakin lebih mengenal satu
sama lain, apalagi kita sama-sama memilih jurusan ini karena kita juga
memiliki tujuan untuk meraih mimpi. Kalau kalian masih menyesal dan
menganggap salah jurusan. Namun tak usah ditakutkan. mungkin ada saja
maksud dari rencana tuhan untuk mempertemukan kita bersama karena
jurusan ini.
Kuliah bareng-bareng, ngerjain tugas tak henti-hentinya merupakan
kegiatan yang terkadang mungkin menyebalkan, namun karena hal tersebut
kita jadi bisa lebih akrab lagi.
Bukankah memang benar? Tidak halnya aku, banyak pula teman-teman lain
yang mengeluh akan banyaknya tugas yang harus dikerjakan, entah dari
review jurnal, survei, presentasi dan hal lain sebagainya, meskipun
begitu kebersamaan seperti ini akan sangat berarti jika kita hendak mau
berpisah.
Ketika kalian merasa mengeluh dengan tugas dosen. Namun karena kita
berjuang bersama-sama, hal ini akan terasa lebih ringan. hilangkan rasa
mengelu dan berjuang bareng-bareng. Kalian pasti akan merindukan
momen-momen ini saat kita sudah saling menyibukkan diri masing-masing.
Berbagai bentuk karakter telah dimiliki dari masing-masing mereka, hal ini membuat kita saling bisa melengkapi satu sama lain.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, ada yang
pintar dalam hitung berhitung, ada yang pintar dalam public speaking,
ataupun dalam analisis. Perbedaan atau kelebihan dan kekurangan tersebut
bukan jadi kendala bagi kita untuk menyelesaikan tugas dari dosen.
Karakter yang sudah dibentuk sejak ospek jurusan, membuat kita bisa
lebih kompak dan bersama saling membantu satu sama lain.
Itulah kenapa kalian sangat berarti karena kalian tidak membeda-bedakan
kemampuan orang satu sama lain. Kalian menghargai, toleransi, peduli,
dan saling mendukung. Tetap pertahankan karakter seperti ini ya kawan.
Karena hidupmu tidak akan berguna jika kalian tidak berbagi atau
membantu satu sama lain.
Seperti halnya cinta. Cinta tidak pernah egois, dia akan tetap selalu memberi tanpa meminta.
Begitupun dengan kebersamaan yang selalu kompak dan kita jalin bersama,
meskipun ada saja yang bersifat egois, namun dengan dibalut cinta yang
tumbuh dari hati, dia tidak pernah menuntut untuk meminta bukan. Cinta
itu tulus dan ikhlas, saat kalian dihadapkan tugas kelompok, entah yang
satu orang tidak membantu atau menyibukkan diri dengan urusan lain,
tetap saja kalian tidak tega jika tidak mencantumkan namanya di cover
atau di lembaran kertas. Itulah kenapa kalian masih tetap sayang sama
mereka.
Rasa sayang disini bukanlah karena cinta, namun sayang karena ingin
menghabiskan waktu bersama dengan kalian teman seperjuangan. Bahkan saat
itu dilakukan, kita tidak pernah sadar bahwa ternyata kita selalu
memberi tanpa meminta. Oleh karena itu cinta terkadang tak mudah
dimengerti oleh sebagaian orang.
Semester akhir sudah di depan mata, itulah kenapa waktu akan menempati masanya.
Pada akhirnya waktu akan menempati masanya, setengah perjalanan sudah
kita lewati, PKL, KKN sudah siap untuk dihadapi. Disitulah terjadi,
dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan, kalian akan saling
menyibukkan diri masing-masing, dengan urusan skripsi yang kalian ambil
semester depan. Kebersamaan seperti dulu akan jarang sudah terjadi,
itulah kenapa waktu sudah menempati masanya.
Berterima kasihlah kepada alam semesta yang mengajarkan kita tentang
bagaimana berjuang menghadapi hidup. Berterima kasihlah juga kepada
mereka temanmu, meskipun terkadang mereka egois tapi mereka merupakan
obat dari pelipur laramu. Semoga kita sama-sama saling tetap menjaga
silaturahmi hingga sampai kapanpun, meskipun kelak kita akan berpisah
dan akan memiliki langkah kaki yang berbeda. Tuhan mempunyai rencana
luar bisa bagi diri kita masing-masing, namun tergantung bagaimana kita
mejalankannya dengan sebaik mungkin.
idntimes.com
